Cara Kekinian Menentukan Rumusan Masalah Pada Tugas Karya Ilmiah

Penulisan rumusan masalah dalam suatu karya ilmiah merupakan hal yang wajib terdapat di dalamnya. Mengapa demikian? Karena dengan adanya rumusan masalah, penulis bisa menentukan jawaban yang koheren terkait permasalahan yang menjadi topik yang tertulis di dalam judul sebuah karya ilmiah. Teori  umum dari rumusan masalah itu sendiri merupakan pertanyaan pokok yang terkait dengan pembahasan atau solusi masalah. Bisa dikatakan rumusan makalah merupakan faktor utama yang menggerakkan penulis untuk menyusun  karya ilmiah tersebut, baik berupa skripsi, makalah atau laporan.

Dalam sebuah karya ilmiah, menentukan dan mengidentifikasi masalah menjadi kendala tersendiri bagi para penulis. Siswa ataupun mahasiswa yang pasti akan mengalami menulis sebuah karya ilmiah, kerap kali langsung secara sporadis mengumpulkan data tanpa memformulasikan tujuan, hipotesis atau teori terlebih dahulu, karena mengandalkan asumsi – asumsi yang belum jelas rumusan masalahnya dan cenderung berspekulasi. Masalah yang notabenenya adalah bahan untuk mencari solusi, sejatinya  harus dirumuskan dahulu sebelum penulisan itu berlanjut karena nantinya akan menetukan metode penulisan yang hendak digunakan.

Cara Menentukan Rumusan Masalah

Untuk menentukan sebuah rumusan masalah Anda perlu memahami makna dari 5W 1H. 5W 1 H merupakan bentuk pertanyaan berupa apakah (what), siapa (who), mengapa (why), dimana (where), kapan (when) dan bagaimana (how). Bentuk pertanyaan  yang paling sering digunakan sebagai rumusan masalah biasanya adalah apakah dan bagaimana.

Pada hakikatnya, dalam  menentukan rumusan masalah tidaklah sesulit yang  dibayangkan selama Anda mengetahui persis pembahasan yang akan Anda tuangkan dalam tulisan karya  ilmiah Anda, seperti halnya hal yang melatar belakangi penulisan, dan masalah yang terdapat di dalamnya yang menggelitik Anda untuk menemukan solusinya.

Dalam penulisan karya ilmiah kata “masalah” tidak selalu bermakna sesuatu yang harus dipecahkan, namun juga merupakan suatu pertanyaan yang ingin diketahui jawabannya. Oleh karena itu penulisan karya ilmiah terbatas pada usaha untuk menemukan jawaban. Sedangkan usaha pemecahan atau penyelesaian masalah termasuk “implikasi” dari penulisan itu.

Advertisement

Berdasarkan gambaran diatas mengenai apa saja yang harus diperhatikan dalam menentukan rumusan masalah,  dibawah ini juga kami paparkan beberapa  point yang  harus Anda perhatikan dalam menentukan rumusan masalah, diantaranya adalah:

  • Masalah yang dirumuskan dibuat dalam bentuk kalimat tanya.
  • Rumusan kalimat tanya tersebut sebaiknya padat dan jelas.
  • Rumusan yang dibuat hendaknya memberikan kemudahan dalam
  • mengumpulkan data data yang dipergunakan dalam menjawab pertanyaan yang diangkat.
  • Topik yang diangkat sebagai permasalahan hendaknya bisa diuji secara empiris.
  • Rumusan masalah yang dibuat tersebut hendaknya mencerminkan apa yang ingin dibuktikan atau dicari.
  • Kalimat yang dipergunakan dalam rumusan masalah adalah kalimat sederhana dengan kalimat baku.

Advertisement

Cara Membuat Rumusan Masalah

Adapun tahapan dalam membuat sebuah rumusan masalah, yaitu :

Buatlah satu kalimat pengantar rumusan masalah sebelum pembaca sampai pada rumusan masalah.

Rumusan masalah ditulis dalam bentuk daftar pertanyaan atau paragraf.

Rumusan masalah sering ditulis dengan menanyakan hubungan antar variabel dalam konteks tertentu.

Cantumkan kalimat tanya yang berkesinambungan dengan menggunakan prinsip  5W 1H seperti yang  sudah dijelaskan di atas.

Akhiri setiap pertanyaan yang spesifik dengan tanda tanya.

Baca juga:
Contoh Cover Makalah
Contoh Kata Pengantar Makalah
Contoh Daftar Isi Makalah
Contoh Latar Belakang Makalah
Contoh Tujuan Makalah
Contoh Penutup Makalah
Contoh Pembahasan Makalah
Contoh Saran Makalah
Contoh Daftar Pustaka
Contoh Lampiran Makalah

Contoh rumusan masalah

Apakah  (What)
Apakah yang  melatarbelakangi masyarakat kelas menengah bawah untuk menolak kebijakan pemerintah dalam penyelenggaraan E-sport?

Siapa  (Who)

Siapa yang paling bertanggung jawab atas perbedaan perspektif antara masyarakat dan pemerintah terkait penyelenggaraan e-sport di Indonesia?

Dimana (Where)

Dimana tempat yang seharusnya menjadi ajang penyelenggaraan kompetisi e-sport di Indonesia tanpa harus bersinggungan langsung dengan lokasi ekonomi rakyat?

Kapan (When)
Atas dasar polemik yang terjadi,  kapan seharusnya  waktu yang  tepat  untuk menyelenggarakan E-sport di Indonesia?

Mengapa (Why)

Mengapa begitu banyak stigma negatif dari masyarakat terkait penyelenggaraan E-sport di Indonesia?

Bagaimana (How)

Bagaimana seharusnya langkah yang harus dilakukan pemerintah agar e-sport bisa diterima di kalangan masyarakat?

Kami cukupkan dulu postingan pada artikel kali ini terkait beberapa hal yang perlu Anda ketahui dalam menentukan rumusan masalah untuk penulisan karya ilmiah. Semoga apa yang tersaji pada artikel ini, sesuai dengan ekspektasi Anda dan juga sekaligus dapat memberikan informasi kepada Anda untuk membantu menuntaskan tugas penyusunan makalah Anda. Semoga apa yang kami sajikan melalui artikel kali ini bisa sedikit berkontribusi kepada Anda selaku pelaku pendidikan dalam meraih target masa depan untuk hidup berpendidikan dan tentunya berkualitas sebagai sumber daya manusia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.